Bangsat Tralala

Mereka bilang, saya Curut!

More About Me...

Mereka bilang saya curut! kenapa curut? kenapa bukan.. emm.. sebut saja bunga? Kenapa kodok selalu melompat? Apa ibukota Vietnam? Sudahlah, tak usah banyak bertanya. Nikmati saja sambil makan popcorn

Another Lil-Bit...

Seperti roller coaster!! ya, ini semua tentang pertemanan seorang Curut dengan kejamnya dunia akhirat, tragisnya kebahagiaan dan manisnya kebodohan, tawa, tangis, amarah.. Teman, hidup ini terlalu singkat jika kamu lewatkan tanpa membaca blog ini. Salam olahraga!

Ha-Min-Tiga

*Wew, udah brapa tahun g' ngeblog banyak perubahan ternyata...


H-3....
Ha-Min-Tiga...
(sama sekali tidak terdengar seperti judul drama korea)
Kota ini mati...
Sebuah kontradiksi memang
Orang-orang pergi begitu saja
demi memenuhi hysteria datangnya Hari Kemenangan
demi tujuan suci menyambung tali berjudul "silaturahim"

disini yang ada cuma sepi dan saudaranya yang bernama senyap..
pecahkan saja piringnya, biar ramai (??#$@##)
*jek usum tah AADC (lol)

Aku masih disini ditemani 2 sahabatku,
perkenalkan, gitarbolong dan rokokmarlboro
Kita sing along lagu rock kontemporer band papan atas (baca: kangenband)
terkadang diselingi lagu "alun-alun nganjuk" versi Lady Gaga

kadang ku keluar
Tampak Rumah-rumah kosong dengan tampang memelas merayu-rayu
"C'mon.. I'm single n free tonite, "
Kita senasib.
sayangnya aku bukan maling profesional.
paling pol maling anak orang.
itupun besoknya kukembalikan dengan bunga 10%

Well, Beberapa tahun ini aku sudah lupa arti kata "mudik"
Otak dan kenyataan rupanya berkonspirasi untuk melupakannya
tapi tidak hati kecilku yang imut.

Sekian lama aku memutus tali bernama "silaturahim" itu
dengan gunting bergelar "EGO"

Aku tak ingin berlama-lama berada dalam lingkaran ini
 Aku ingin pulang.
Aku ingin pulang seraya berteriak,
"Surprise!! I'm home!! Maafkan lelaki tak tahu diuntung ini,"
Dan semoga mereka tidak membalas,
"Ngamen gratis, mas"

Tapi tidak untuk saat ini.
Aku belum cukup kuat untuk itu.
Perselisihan lama masih membatin
Tembok itu belum bisa kutembus
Biarkan aku berlari sejenak untuk membuktikan "Yes, We Can!!"

Tapi percayalah...
Superego ini akan berhenti berlari
semangat "Do it yourself" semoga memberikan hasil.
dan membalas semua hutang-piutang tak tertulis diantara kita
dan saat itu pula aku pulang dengan membawa sejuta rindu
dan aku bisa mengerti lagi arti kata "mudik"

Aku dilahirkan bukan untuk menyakiti kalian.
Tapi ku digariskan tak membahagiakan kalian.

Maafkan aku.. maafkan pengecut ini... dihari yang fitri besok

*jika "kalian" baca ini, jujur itu pure dari hatiku..
tanpa paksaan pihak ketiga atopun satpol PP.

Budhe, Pakdhe, Viki, Pacar Viki, Selingkuhan Viki....  I Miss U all... V(^.^)V

Sekedar corat-coret kala mulut tak berhenti menguap..

udah pagi..

selalu saja begini, matahari "musuh abadiku" tertawa kegirangan mempersempit titik sudut kelopak mata.
sekedar meneruskan tulisan nanunk sobat sesama insomniac bangsat.
untung aku ditemani segelas nescafe hangat dan sebatang marlboro terakhir yg ironisnya tinggal satu kali hembusan saja, kandaslah dia.

*menghembuskan asap rokok... kandas..nyawanya berakhir di asbak raksasa ini (baca: lantai, red)

Untung warnet lagi sepi, kalo ga' bisa batal rencanaku berangkat kuliah 20 menit lagi.
mandi? oh itu urusan terakhir,, toh aku masih bisa berharap seisi ruang kelas terinfeksi flu dadakan.
idungnya mampet semua.. :evil:

kuliah..kuliah..kuliah..
yes i do!!

nb: nunk, imsomnia itu indah....... penguasa malam yg tragis...

Romantisme Kalkulus

Kutukan ini tetap berlanjut hingga saat ini. Pertemananku dengan makhluk bernama Kalkulus tetap tak berakhir dengan Happy ending.

ini adalah repetisi, atau bahkan efek jera yg gagal.
Kalkulus oh kalkulus sudah berapa kali aku harus berurusan dengan anda. Namun kenapa aku tak bisa mengenalmu dengan intim.
mengulang, mengulang, mengulang, dan selalu berakhir dengan kisaran D bahkan E.
well.. ini adalah repetisi.

kemarin pagi aku kuliah kalkulus. dosenku, secara audio & visual sudah tidak kompatibel dengan alat indera-ku.
Suaranya mungkin hanya bisa didengar oleh hewan bernama kelelawar
Tulisannya di white board, oh.. mataku jadi rabun ayam dibuatnya..

Mungkin hanya 2 deret depan yg diisi mahasiswa super bermasa depan cerah.
Di sampingku ada mutia a.k.a muchel dan baba Rafi sedang berbincang2, tentunya tidak dalam hal mata kuliah laknat ini.
Di pojok kelas, ternyata tak lebih baik.. ada yg tidur, ada yg sms-an, ada yg ngupil..
Aku sendiri?? terlalu menyedihkan untuk diceritakan di sini.. hmmppf...

2 tahun kemarin aku kuliah kalkulus. 1 tahun kemarin, Kalkulus. kemarin pagi masih kalkulus!
sungguh kutukan yg tak mungkin berakhir.. atau lebih tepatnya kusebut..

"ROMANTISME KALKULUS"

*udah ah.. ngaskus lagi.. :ngacir:
 

Jangan Pergi dulu.. baca yang ini.. :)