Bangsat Tralala

Mereka bilang, saya Curut!

More About Me...

Mereka bilang saya curut! kenapa curut? kenapa bukan.. emm.. sebut saja bunga? Kenapa kodok selalu melompat? Apa ibukota Vietnam? Sudahlah, tak usah banyak bertanya. Nikmati saja sambil makan popcorn

Another Lil-Bit...

Seperti roller coaster!! ya, ini semua tentang pertemanan seorang Curut dengan kejamnya dunia akhirat, tragisnya kebahagiaan dan manisnya kebodohan, tawa, tangis, amarah.. Teman, hidup ini terlalu singkat jika kamu lewatkan tanpa membaca blog ini. Salam olahraga!

Sekilas Tentang Open Source

Saat ini di Indonesia, penggunaan software bajakan masih merajalela dan terkesan wajar-wajar saja. Padahal menurut UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang lebih dikenal sebagai copyright, hal ini jelas merupakan tindak kriminal dan bisa dituntut secara hukum. Meski mungkin saat ini belum banyak kasus yang tertangkap.


Banyak faktor yang menyebabkan maraknya penggunaan software bajakan di Indonesia. Selain karena harga software original yang sangat mahal, juga karena pendistribusian software original masih sangat terbatas (dalam hal ini penjualan CD software Original hanya ada di kota-kota besar) dan mendapatkan software bajakan jauh lebih mudah dan murah. Bahkan tidak perlu beli karena ada rental-rental CD software. Selain itu juga karena peraturan perundang-undangan mengenai HAKI juga baru-baru saja disahkan.

Sebenarnya ada pilihan yang jauh lebih murah dan aman untuk komputerisasi terutama soal software. Mulai dari Operating System, sampai aplikasi-aplikasi yang sering digunakan. Solusi tersebut adalah open source.
Mungkin saat pertama kali mendengar istilah open source, orang awam akan mengira bahwa software-software tersebut untuk linux. Ha ini salah besar, karena pembuat software open source sebagian besar telah membuat software-nya untuk banyak platform dengan fungsinya masing-masing yang dapat menggantikan fungsi software komersial lain.

Misalnya Open Office dari OpenOffice.org dengan fungsi office suite yang lengkap seperti Microsoft Office. GIMP (the GNU Image Manipulation Program) sebagai pengganti dari Adobe Photoshop untuk image editing. Keduanya dapat didownload dan diinstall pada PC secara gratis, baik di platform Linux maupun Windows.

Berbeda dengan software komersial pada umumnya yang hanya menyediakan executable file untuk setupnya, software open source juga menyertakan source code dari program yang bersangkutan. Sehingga penggunanya bisa menambah atau mengurangi atau bahkan mengubah program tersebut sesuai kenginannya. Mungkin ini terdengar susah, dan seolah hanya user expert yang sudah berpengalaman yang bisa menggunakannya. Tetapi sebenarnya, untuk user newbie, paket tersebut bisa langsung di-kompile, dan software bisa diinstall ke PC. Bahkan kebanyakan program open source juga menyertakan paket binary yang pre-compiled jadi sudah executable dan bisa diinstall seperti kebanyakan software di platform Windows.

Selain itu, ada peraturan tertentu dalam pendistribusian software open source. Seperti dijelaskan di websitenya http://www.opensource.org/docs/definition.php. Di situ dijelaskan bahwa liscense dari open source harus memperbolehkan penjualan atau pemberian secara cuma-cuma software tersebut. Dan tanpa harus memberikan royalti untuk sang pembuat. Namun tetap harus mencantumkan nama pembuat awalnya. Kemudian terkait dengan aturan pendistribusiannya, software open source bisa sangat murah atau bahkan gratis, tanpa harus melanggar copyright dari pihak tertentu.

Keuntungan - Keuntungan menggunakan Open Source :
  • Gratis coy..
  • Tidak melanggar HAKI ( bukan kriminal)
  • Mengubah pola pikir menjadi lebih kreatif
  • Bisa di-modif
Kalo menurut saya cara terbaik untuk membudayakan open source adalah buat pemula… orang yg baru kenal komputer sebaiknya sejak awal dikenalkan dengan produk2 open source, sehingga sejak awal pula ia tahu apa itu open source. Jika ia telah mengenalnya maka kebiasaan itu akan membuat dirinya nyaman. Tidak perlu lagi beli produk ilegal. Pengalaman saya, karena sejak awal pakai bajakan, maka kalau mau migrasi ke open source selalu membanding-mbandingkan. Akhirnya enggan migrasi. Diperlukan kemauan kuat memang.

Demikian sedikit wacana tentang open source yang merupakan solusi untuk komputerisasi yang murah, dan menekan pembajakan atas kekayaan intelektual. Apakah kita siap untuk migrasi ke open source? Kalo saya pribadi... jujur, masih seneng sama tulisan "crack".. hahaw...

Sistem Informasi, Teknik informatika... Dua Jurusan yang berbeda ternyata...

(liat judul di atas...)

"apa bedanya bro?"

Gini boz... Sebelumnya gw jelasin sejarah singkat "mbah-mbahane" 2 jurusan ini..
setelah berkeliling-keliling ditemenin om google akhirnya ketemu deh..


Pra 1990-an

Sebelum tahun 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1960-an, disiplin ilmu yang berkembang masih sangat sederhana. Untuk urusan utak-atik hardware, dapat memilih Teknik elektro

Kemudian, masih di masa yang sama, Teknik Informatika lebih banyak bermain di rekayasa software, sedangkan Sistem Informasi lebih kepada mengeksplorasi manfaat hardware dan software untuk membantu menyelesaikan problem bisnis.

Dengan semakin berkembangnya teknologi mikroprosesor berbasis chip (chip-based) yang dimulai pada pertengahan 1970-an, maka secara perlahan Teknik Informatika menjadi suatu ilmu dengan spesialiasi khusus, yang merupakan pemekaran dari Teknik Elektro


Pasca 1990-an

Singkat kata, akhirnya berbagai disiplin ilmu dalam rumpun perkomputeran saling membentuk diri mengikuti perkembangan jaman. Teknik Informatika menjadi semakin solid dan terpisah dari Teknik elektro.

Alasannya, karena dibutuhkan suatu keahlian yang sangat spesifik untuk dapat menghasilkan sebuah software yang baik. Saat itu mulai meluas kesadaran bahwa pembuatan software yang baik adalah sangat sulit, sangat mahal dan sangat diperlukan.

Kemudian Sistem Informasi juga berkembang seiring dengan tuntutan dunia bisnis yang membutuhkan kehandalan pengelolaan hardware dan software dalam mendukung kinerjanya. Bagaimana dengan IT?

Disiplin ilmu IT berkembang pada era akhir 1990-an. Ilmu IT berkembang lantaran diperlukan satu disiplin ilmu lagi dalam dunia per-komputer-an yang akan membantu suatu organisasi atau institusi dalam menjamin kelayakan infrastruktur komputer dikaitkan dengan kesiapan dari sisi internal, semisal kesiapan sumber daya manusia terkait.

Nah sekilas dari sejarah itu... akhirnya gw berkesimpulan..

Sistem informasi dan Teknik Informatika sama-sama rumpun ilmu komputer, yang membedakan hanya spesialisasi dan kekhas-an masing-masing prodi/jurusan tersebut. jika boleh berilustrasi mungkin keduannya mirip pada prodi/jurusan di bidang ekonomi yaitu manajemen dan akuntansi. Manajemen untuk SI dan Akuntansi untuk TI, masing-masing punya kompetensi yang berbeda.

bedanya yaitu..:

1. Teknik Informatika
- Belajar seputar metode dan teknik kode pemrograman.
- Profesi sebagai programmer software.
- Aplikasi yang sering digunakan software-software bahasa pemograman
- Bekerja secara backdoor.
- Upah kerja sangat besar sesuai tingkat kesulitan.

2. Sistem Informasi
- Belajar seputar metode dan teknik pengolahan data.
- Profesi sebagai staff pengolahan data.
- Aplikasi yang sering digunakan adalah aplikasi-aplikasi database.
- Bekerja secara terbuka.
- Upah kerja cukup sesuai kecepatan kerja.

Yah sekian dari saya.. (walah!!)

Teknologi Web 1.0, Web 2.0, Web 3.0

Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URL).
Saat ini kita memasuki generasi kedua dari website atau disebut dengan web 2.0. Pada generasi sebelumnya yaitu web 1.0 memiliki ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi pada jaman web 1.0 kita kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu. Secara umum, Web 1.0 dikembangkan hanya untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read.

Kemudian hadir web 2.0 untuk menggantikan Web 1.0 dimana interaksi sosial di dunia maya sudah menjadi kebutuhan sehingga era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Di era Web 2.0 sekarang, penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr. Jadi disini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa. Sifat Web 2.0 adalah Read-Write.
Menurut Wikipedia, yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 sebagai berikut :
  1. keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu isi di dalamnya. Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat isi suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.
  2. kemampuan Web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, dan voice seperti layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet. Hal tersebut akan merubah paradigma pengembang sofware dari distribusi produk menjadi distribusi layanan.
  3. kolaborasi dan partisipasi pengguna, ikut membantu memperkuat perbedaan pada Web 2.0.
  4. Suatu website dapat saja memasukkan beberapa bahkan tujuh karakter Web 2.0 di dalam situs yang dibangunnya. Semakin banyak karakter yang masuk ke dalam website tersebut, suatu situs akan mendekati Web 2.0.
  5. yang terpenting bukanlah klaim sebagai Web 2.0, namun mampukah dampak perkembangan tersebut menjembatani pengguna internet dengan kepentingan perusahaan, komunitas, atau pengguna Web 2.0
Namun lambat laun kebiasaan dan kebutuhan orang di dunia maya selalu berubah dan bertambah. Hal ini juga sejalan dengan semakin cepatnya akses internet broadband dan teknologi komputer yang semakin canggih. Jika pada telekomunikasi sudah mulai terdengar isu era 4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide.
Jadi, disini web seolah-olah sudah seperti asisten pribadi kita. Web mulai mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita, menyediakan apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan teknologi 3D animasi, kita bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Kita bisa berjalan-jalan, pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain. Ya, Web 3.0 adalah dunia virtual kita.

Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.
 

Jangan Pergi dulu.. baca yang ini.. :)